Cerpen
REUNI?
Kisah kami ini diawali saat kami semua sudah menginjak SMA. Ini semua bermula dari ajakan teman - teman ku untuk mengadakan acara semacam reuni. Jadi dibuatlah grup chat yang beranggotakan semua teman - teman SD. Kami semua mendiskusikan segala sesuatunya, mulai dari kapan, dimana, berapa anggaran yang dibutuhkan, dan yang terpenting kami sebisa mungkin mencari waktu yang tepat agar dapat disesuaikan dengan jadwal kami masing - masing. Karena seperti yang diketahui, kami semua tidak melanjutkan ke sekolah yang sama. Jadi kami juga pasti memiliki kesibukan masing - masing dan itu juga yang menjadi salah satu hambatan atau kendala bagi kami. Sebenarnya wacana tentang reuni ini sudah ada sejak masa SMP tetapi semua itu hanyalah wacana. Semua nya bisa terealisasikannya saat ini.
"Oke, kalau semuanya udah sepakat, aku bakal datangin rumah kalian buat ambil dana anggaran acara atau gak kalian bisa datang langsung ke rumah buat ngasih uang nya" kata Ezra. Ezra itu dulunya mantan ketua kelas kami dan kami semua sepakat menjadikan Ezra sebagai penanggung jawab acara. Singkat cerita kami sudah sepakat dengan semua keputusan yang diambil. Acara akan diadakan dirumah salah satu temanku yaitu Arka dan waktu pelaksanaannya itu setelah isya atau sekitar jam 20.00 WIB.
Jarak rumah Arka kebetulan tidak terlalu jauh dengan rumahku. Aku berangkat bersama sepupuku dan temanku yang kebetulan berada di satu daerah. Karena jarak yang tidak terlalu jauh itu kami memutuskan untuk berjalan kaki. Sebenarnya muncul rasa takut pada diriku, karena kami bertiga ini perempuan semua. Tapi beruntungnya rumah Ezra itu persis bersebelahan dengan rumahku, jadi dia berangkat bersama kami.
Jujur, awalnya aku berpikir jika nantinya saat pertama bertemu dengan mereka kembali setelah lamanya tidak berinteraksi bahkan bertemu, semuanya akan terasa canggung dan aneh atau orang - orang biasa menyebut situasi seperti ini dengan sebutan akward. Mungkin kami akan saling tersenyum canggung atau lebih memilih diam. Secara sudah lama kami tidak bertemu, walaupun dulunya kami sangat dekat. Tapi ternyata semua itu salah, saat bertemu dengan mereka suasana diantara kami mencair dengan sendirinya. Kami semua berflashback ria, mengenang kembali semua kejadian - kejadian yang pernah kita lakukan semasa Sekolah Dasar. Semua hal - hal lucu diungkap kembali, dan seperti nya karna hal itulah kami bisa merasakan suasana yang nyaman. Tapi yang disayangkan tidak semua bisa hadir dalam acara ini.
"Sayang ya... Oci gak bisa datang, padahal dia itu yang biasa buat suasana jadi idup" ucap Jeje.
"Iya, padahal semua cerita yang lagi kita omongin pasti ada kaitannya sama dia" ucap Yena membenarkan.
"Bisa dibilang dia itu yang bikin cerita lucu ini ada" sambung Lisa.
Setelah beberapa lama kami berbicang - bincang, akhirnya Ezra segera mengkoordinir semuanya agar nantinya acara dapat berjalan tepat waktu. Jadi antara anak perempuan dan laki - laki itu mendapatkan tugas yang berbeda. Dimana anak perempuan bertugas menyiapkan atau memasak nasi. Dan anak laki - laki itu tugasnya membakar ayam.
"Oke, kita bagi - bagi tugas ya... kita bagi dua tim, cewe itu bagian masak nasi dan cowo itu bagian bakar ayam nya" ucap Ezra berusaha membagi tugas.
"Tujuan aku bagi - bagi tugas ini biar nanti acara nya gak kemaleman, kan gak enak juga buat anak cewe pasti orang tua bakal khawatir kalau anak cewe nya pulang malem" lanjut Ezra.
"Oke siap kapten" ucap kami serempak. Kami pun refleks tertawa.
Selagi menunggu semua nya matang, disitulah kami kembali mengorek cerita lama yang kami anggap lucu. Tidak hanya itu kami juga saling menceritakan bagaimana kehidupan kami saat ini. Mulai dari kehidupan di sekolah, keluhan - keluhan selama bersekolah dan cerita acak lainnya. Dan kalian tahu, ada hal yang sedikit lucu saat acara berlangsung. Jadi, tugas anak perempuan itu kan memasak nasi, dan bukankah sudah lumrah bagi seorang perempuan memasak nasi? Tetapi nasi yang kami buat itu ternyata tidak matang. Sepertinya kekurangan air.
"Duh gimana ini... Kok nasinya gak mateng - mateng?" keluh Jeje. Karena kami hampir satu jam memasak nasi dan nasi nya itu tidak mau matang juga.
"Kenapa ya... Apa kurang airnya?" ucap ku.
"Gimana nasi nya udah mateng belum?" tanya Ezra. Mungkin karena keadaan di dapur sedikit ribut mangkanya dia datang ke dapur.
"Hm... Belum, padahal udah dari tadi masaknya" keluh Yena.
"Mungkin kurang air nya, yaudah tambah lagi airnya tapi jangan terlalu banyak juga" saran Ezra. Kami pun mengikuti sarannya dan tidak berselang lama akhirnya nasi pun matang. Dan pada akhirnya dia juga yang akhirnya turun tangan. Menurutku dia itu benar - benar bisa diandalkan. Sebenarnya dia jugalah yang mengurus masalah bakar - membakar. Pokoknya dia itu ketua panutan. Setelah semua nya siap, tanpa menunggu lama lagi kami pun menyantap makanan yang kami siapkan sendiri. Walaupun hidangan yang ala kadarnya, tetapi semua itu tidak masalah bagi kami. Karena yang membuat semua itu nikmat ya karena kami sendiri yang membuatnya dan jangan lupakan proses dibalik itu semua.
Setelah selesai menyantap makanan, kami langsung membereskan semua nya dan siap - siap untuk pulang ke rumah. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 23.30 WIB. Tetapi saat kami akan bubar, tiba - tiba salah satu temanku yang lain yaitu Ajun berkata,
"Eh kita foto - foto dulu yuk!" ucap Ajun.
"Itung - itung buat kenang - kenangan" lanjutnya. Kebetulan rumah Arka itu terletak di pinggir jalan, jadi kami bisa foto di jalan. Tapi tenang kami tetap mengutamakan keselamatan kami. Lagipula kondisi jalan pada saat itu sedang sepi, jarang kendaraan yang melintas.
"Yaudah ayo, tapi inget jaga keselamatan ya... " ucap Ezra.
Kami pun mengambil beberapa foto. Dan yang lucu, setiap kali saat ada kendaraan yang akan lewat kami semua langsung bubar. Padahal kami sudah siap untuk difoto. Saat sedang asik berfoto tiba - tiba ada mobil polisi yang sedang berpatroli malam. Dan yang membuat aku was - was, mobil polisi itu berhenti menghampiri kami.
"Kalian sedang apa malam - malam begini?" tanya pak polisi. Sungguh aku benar - benar takut saat itu. Mungkin bukan hanya aku yang merasa takut, tapi yang lainnya juga.
"Kami habis mengadakan acara makan - makan pak, kami tidak melakukan hal yang aneh - aneh kok pak." ucap Ezra berusaha menjelaskan.
"Oh begitu, yasudah sekarang kalian cepat pulang ke rumah, ini sudah malam tidak baik juga pelajar masih berada di luar pada malam hari." ucap pak polisi.
"Iya pak" jawab kami kompak.
Akhirnya setelah kami mendapat teguran dari polisi, kami pun bergegas pulang. Karena memang benar apa yang dikatakan pak polisi. Tidak baik bagi seorang pelajar masih berkeliaran di malam hari. Terutama untuk wanita, sangatlah tidak baik. Mungkin ini bisa kujadikan sebagai salah satu pengalaman hidup yang berharga dan tidak akan aku lupakan. Jangan hanya karena kita merasa senang bisa bermain bersama teman, hingga lupa waktu. Semuanya juga harus berada pada zona amannya. Hitung - hitung itu juga bisa kujadikan sebuah pelajaran agar kedepannya tidak berbuat hal yang sama. Aku jadi bisa bersikap dan berprilaku yang memang harus dilakukan sebagai seorang pelajar. Mungkin itu bukan hanya untukku tapi untuk temanku pula. Dan untuk kita semua. Sungguh sebuah pengalaman yang baru dalam hidupku.
Waaaw keren... Terus berkarya
BalasHapusMakasih kak :)
HapusBagus kak👍🏻 lanjutkan
BalasHapusTerima kasih ^^
HapusSuka kak 😍
BalasHapusTerima kasih ^^
Hapus